Jumat, 25 November 2011

Buku Dibawah Bendera Revolusi Murah Jilid 2










Buku Dibawah Bendera Revolusi Murah Jilid 2
Jilid 2 ... Buku yang jarang ada.
Kondisi sampul dan jilid perlu perbaikan
Harga Rp 250.000,-
Terjual

Minggu, 14 Agustus 2011

Buku Djadoel Antik Karl May Putera-Putera Suku Mimbrenyo



Barang djadoel antik ini sebuah buku karya Karl May berjudul Putera-Putera Suku Mimbrenyo. Jumlah buku 2, lengkap dan tamat
Penerbit : Pradnya Paramita Djakarta 1978
Cetakan ketiga.
Tebal 150 halaman dan 160 halaman.
D60
TERJUAL

Jumat, 29 Juli 2011

Buku Antik Tegal Berjuang


Buku antik Tegal Berjuang. Sejarah Perjuangan kemerdekaan RI Di Daerah Tegal, Brebes dan sekitarnya. Periode 17 agustus 1945 s/d. Pengakuan kedaulatan RI 1950.
Disusun oleh : Achmad, Sekretaris Macab LVRI Kabupaten/ Kotamadya Tegal
Diterbitkan oleh : Markas Cabang Legiun Veteran RI Kabupaten/ Kodya Tegal
Cetakan ke 2.
Ukuran buku : 21 x 15,7 cm
Tebal : 173 halaman

Isi buku :
- Situasi detik-detik proklamasi
- Pembentukan BKR Tegal
- Reorganisasi TKR
- Timbulnya Peristiwa tiga daerah
- Penyerbuan ke kota Tegal
- Situasi daerah Tegal dalam penguasaan Kutil
- Penyerbuan Gerakan Tiga Daerah ke Pekalongan
- Tindakan penyelesaian
- Kunjungan presiden RI dan Panglima besar Sudirman di Tegal
- Pembentukan Resimen XIII Tegal
- Susunan AlRI pangkalan IV Tegal
- Susunan Resimen Hisbullah Tegal
- Susunan Resimen BPRI Pusponegoro Tegal
- Susunan Biro Perjuangan Daerah XXIII Karesidenan Pekalongan di Tegal
- Kisah Pertempuran di Front Bandung Utara
- Kisah Pertempuran di Front Lembang
- Kisah Pertempuran di Front Bandung Timur
- Kisah Pertempuran di Front Karawang
- Kisah Pertempuran di Front Semarang Utara
- Kisah Pertempuran di Front Semarang Barat
- Peristiwa Kebakaran Kereta Api di Bulakamba Brebes
- Peristiwa BPRI ALRI Pangkalan IV Tegal
- Situasi Daerah Tegal menjelang Agresi Belanda I
- Peranan Batalyon III Resimen XIII Tegal
- Kota Tegal diserang dari laut
- Serangan umum militer Belanda. Gerakan militer Belanda yang masuk Prupuk.
- Gerakan militer Belanda yang masuk Slawi
- Gerakan militer Belanda yang masuk Tegal
- Usaha militer Belanda yang untuk masuk Purwokerto
- Perang kemerdekaan, susunan kekuatan komando Wherkrise IV
- Serangan umum di Bumijawa
- Kejadian pertempuran di berbagai daerah sub sektor
- Situasi di Markas Komando Wherkrise IV
- Perjanjian Renville, turunnya surat perintah penarikan pasukan
- Perjalanan pasukan hijrah
- Reorganisasi/ Rasionalisasi APRI, penyusunan kembali kesatuan-kesatuan
- Situasi di daerah komando batalyon III
- Situasi kota Tegal setelah ditinggal pasukan Hijrah
- Agresi belanda II, Perjalanan Hijrah kembali
- Mulai perlawanan, pertempuran di perbatasan Tegal - Pemalang
- Serangan Fajar di Kaligua
- Pertempuran di Dukuh Tengah
- Turunnya pengumuman SWKS III
- Pertempuran di jembatan Gupakan Kaligua
- Pertempuran di Jembatan Gunung Tugel, Malahayu
- Munculnya DI TII, Tercetusnya DI-TII di daerah Tegal- Brebes
- Peleton Sutarno terjebak di dalam DI TII
- Pernyataan berdirinya DI TII
- Pertempuran DI TII melawan TNI
- Situasi Kabupaten Tegal setelah meletusnya DI TII
- Kedudukan staf Komando SWKS III
- Pasukan Peleton Sutarno meloloskan diri
- Usaha menghancurkan DI TII
- Pertempuran segi tiga
- Gencatan Senjata, Pertemuan antara pihak RI dengan Belanda.
- Pelanggaran gencatan senjata
- Pengukuhan kedaulatan RI
Buku Antik Tegal Berjuang
Disusun oleh : Achmad, Sekretaris Macab LVRI Kabupaten/ Kotamadya Tegal
Diterbitkan oleh : Markas Cabang Legiun Veteran RI Kabupaten/ Kodya Tegal
Cetakan ke 2.
Ukuran buku : 21 x 15,7 cm
Tebal : 173 halaman
D90
TERJUAL

Jumat, 17 Juni 2011

Buku Djadoel Dokter Rimbu


Buku djadoel ini berjudul Dokter Rimbu.
Pengarang : El Hakim
Penerbit : Penerbitan dan Balai Buku Indonesia - djakarta - Surabaja
Tahun : diduga sekitar tahun 1960 an.
Ejaan : tj dan dj
Tebal : 216 halaman, karena menggunakan kertas tebal, tebalnya mencapai 2 cm.
Ukuran : 21,5 x 15 cm
Harga Rp 35.000,-

Buku Dr Rimbu ini dikarang oleh El Hakim. Nama asli pengarangnya adalah Abu Hanifah. Dilahirkan di Padang Sumatra Barat pada tanggal 6 Desember 1906. Meninggal dunia dalam usia 74 tahun. Tulisannya antara lain Taufan Di Atas Asia, Dr. Rimbu, Ibu Dan Anak. Ditulis dengan nama samaran El hakim. Ia seorang dokter yang terjun ke politik, dan sempat menjadi duta besar. Ia juga kakak dari Usmar Ismail, seorang sutradara film Indonesia yang terkenal.

Nah di masyarakat seperti itulah seorang dokter muda bangsa Indonesia bercita-cita tinggi menerjun kedalam pekerjaan kedokteran di rimbu dan masyarakatnya. Ia membanting tulang, mencucurkan peluh, dan memeras otak untuk keperluan si miskin, dan si sakit di kampung-kampung, jauh daripada kota-kota yang ramai, dan yang penuh dengan hiburan.

Diceritakan betapa sukarnya perjuangannya ditengah-tengah masyarakat yang bertentangan, oleh karena masyarakat rimbu ini adalah masyarakat perkebunan besar, masyarakat kapitaal, masyarakat penduduk yang terbelakang, dalam segala hal, dan juga masyarakat adat yang kolot.

Berkali-kali ia mendapat kesan, bahwa pekerjaannya tidaklah terlalu menggembirakan hidupnya sendiri, dan berkali-kali ia ditempatkan dalam keadaan Don Kisot, akan tetapi sungguhpun begitu tetap dan terus ia memperjuangkan cita-cita yang bermaksud memberikan kesehatan jasmani dan rohani pada bangsanya yang terbelakang itu.

Kisah ini dengan tegas mengemukakan betapa besarnya tanggung jawab dan beban seorang intelek bangsa Indonesia di masyarakat terbelakang, dimana ia hampir-hampir dianggap sebagai orang yang maha tahu dan maha bijaksana, sekalipun ia sendiri kadang-kadang berputus asa.

Dr Hakam, dokter muda itu mendapat pukulan dan kekalahan lahir yang pada akhirnya mengecewakan amat, akan tetapi ini tidak berarti , bahwa pekerjaannya menjadi sia-sia belaka. Nampak jelas juga bahwa suatu cita-cita tidak dapat dikalahkan dengan kekerasan atau paksaan saja. Dan seterusnya, hiduop dan bergelora pekerjaan Dr. Hakam didalam dan di tengah-tengah masyarakat rimbu tadi sesudah lama ia berangkat, menandakan tegas, bahwa pada hakekatnya inilah kemenangan dari seorang idealis yang sekalipun dikalahkan dimuka dunia lahir toh mencapai kemenangan bathin yang sukar didapat didalam suasana yang seperti ini.

Kisah Dr Hakam mungkin juga dapat menjadi cermin bagi para intelek Indonesia, istimewa dokter-dokter muda dalam zaman pembangunan negara Indonesia yang merdeka ini , karena memperlihatkan tabah, taat, dan setianya pada cita-cita yang dianut.
TERJUAL